Dolar Australia Memangkas Sebagian Kenaikan Intraday

Dolar Australia Memangkas Sebagian Kenaikan Intraday

Diperbarui • 2023-12-15

Dolar Australia berjuang keras mempertahankan sentimen bullish di tengah prospek Fed yang dovish pada Jumat (15/12/23). Sempat menguat setelah data PMI Manufaktur dan Jasa Australia masing-masing mencatat hasil positif, mendukung dolar Aussie melanjutkan kenaikannya. Sementara langkah PBoC mempertahankan suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF), data produksi Industri dan Penjualan Ritel Tiongkok menopang kenaikan AUDUSD.

Dolar Australia masih melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut di perdagangan akhir pekan ini. Kenaikan AUDUSD didukung oleh membaiknya data Purchasing Managers Index (PMI) Australia untuk bulan Desember, yang dirilis oleh Judo Bank dan S&P Global. Selain itu, data ekonomi Tiongkok yang juga membaik turut mendorong kenaikan AUDUSD.

Perekonomian Australia menunjukkan ketahanannya, didukung oleh data ketenagakerjaan yang kuat dan pendapatan yang meningkat. Indeks PMI Komposit awal Judo Bank naik ke 47,4 dari laporan sebelumnya di 46,2. PMI Manufaktur sedikit meningkat 47,8 dari angka sebelumnya 47,7. Selain itu, PMI sektor Jasa tumbuh menjadi 47,6 dari laporan sebelumnya di angka 46,0.

Sementara itu, People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF) 1 tahun di 2,5%. Selain itu, pinjaman MLF senilai 650 miliar Yuan akan jatuh tempo, bank sentral menyuntikkan 1,45 triliun Yuan, jumlah yang lebih besar untuk meningkatkan likuiditas bank. Tindakan-tindakan PBoC ini mendukung sistem keuangan dan meningkatkan ekonomi Tiongkok.

Biro Statistik Nasional Tiongkok melaporkan Produksi Industri tahunan meningkat menjadi 6,6% di bulan November dari 4,6% laporan sebelumnya, di atas ekspektasi sebesar 5,6%. Namun, Penjualan Ritel tahunan Tiongkok naik menjadi 10,1% dari 7,6% laporan sebelumnya, di bawah konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 12,5%.

Sementara itu, indeks Dolar AS yang terus mencoba pulih dari level terendah empat bulan di 101,77 yang disentuh pada hari Kamis. Dolar AS memperpanjang penurunan imbas pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Data ekonomi AS pada hari kamis yang melampaui perkiraan tidak banyak membantu dolar AS untuk pulih dari penurunan saat ini.

Penjualan Ritel bulanan AS naik 0,3% di bulan November, berlawanan dengan ekspektasi untuk penurunan sebesar 0,1%. Sementara Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan lalu mencapai 202 ribu, turun drastis dari laporan sebelumnya  dibandingkan 221 ribu dan lebih baik dari perkiraan sebesar 219 ribu pengajuan.

Sinyal dovish dari Federal Reserve AS (Fed) telah memberikan tekanan pada USD, terutama karena imbal hasil obligasi turun ke posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir. Pandangan Fed yang berhati-hati terhadap suku bunga dan potensi sikap kebijakan moneter yang lebih akomodatif di tahun depan menjadi penggerak penurunan tajam Greenback.

Analisa teknikal AUDUSD

AUDUSD 151223.jpg

Meski masih melanjutkan kenaikan, AUDUSD terlihat pada grafik timeframe H1 relatif konsolidasi sejak hari kamis memasuki perdagangan sesi Eropa. Meski pasangan Aussie ini bergerak tidak jauh di atas level support penting 0.6700 dan rentan kembali turun ke bawah level tersebut, namun, harga yang masih bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) mengindikasikan AUSUD masih memungkinkan mempertahankan tren kenaikannya menutup pekan ini. Sementara indikator Relative Strength Index yang hanya sedikit di atas garis tengah akan menjadi konfirmasi apakah pasangan AUDUSD ini kembali turun dan koreksi dari kenaikan saat ini atau akan meneruskan kenaikannya.

Kenaikan lebih lanjut AUDUSD membuka peluang BUY pada level 0.6720 dengan target profit di level 0.6730/0.6737. Sementara pembalikan arah atau koreksi dari kenaikan saat ini, membukan peluang SELL di level 0.6703, dengan target profit di level 0.6693/0.6687.

Mulai Trading Sekarang-2.png

Menyerupai

AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion
AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion

Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,

Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi
Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi

Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera